🔥[ This Fire can't Vanished ] Seorang anak kecil berdiri sendiri di tengah-tengah Derby? Yang benar saja? Apa dia hendak bunuh diri? Tentu saja tidak. Dia ketakutan , dia ingin pulang ke rumah. Rumah? Oh Shian sudah tak punya tempat yang disebut rumah lagi. Sebab kedua orang tuanya juga disini bersamanya. Tapi keduanya sama sekali tak bergerak. Mereka tergeletak disekitar Shian. Mereka memutuskan untuk mengakhiri hidup mereka di hadapan anak mereka sendiri. Tak kuat menahan tekanan masyarakat terutama hutang yang semakin membengkak. Padahal.. Padahal.. Selama ini Shian pikir mereka baik-baik saja. Keluarganya mengelola sebuah toko buku kecil di Saint Bolzano. Namun karena menderita kerugian toko tersebut ditutup dan keadaan ekonomi keluarganya semakin memburuk. Sampai orangtuanya harus berurusan dengan banyak rentenir. Membuat mereka saling menyalahkan satu sama lain, sementara Shian tak pernah protes atau andil dalam pertengkaran itu. Hingga keduanya mengajak Shian untuk ikut dalam bunuh diri bersama, ia menurut. Tapi sesampainya di Derby, Shian tak benar-benar meminum racun yang diberikan oleh sang ayah. Walau umurnya masih 9 tahun, Shian paham kalau dirinya tak akan bisa membuka matanya lagi setelah meminum racun ini. Terlebih lagi, Shian ingin hidup. Lebih lama dari siapapun itu. 🔥[ Saint Brest ] Pihak berwajib yang menangani kasus Shian membawanya ke salah satu panti asuhan di Saint Brest. Mereka menjelaskan bagaimana akhir dari keluarga Foster. Beberapa rumor memberi cap buruk kepada Shian. Kenapa dia tak menghentikan aksi kedua orang tuanya atau melapor ke pihak berwajib. Shian selalu menjawab begini "Mereka tertekan. Kalau aku hentikan... Mereka akan kembali kedalam masalah mereka, bertengkar, tidak ada makanan, pukul, sakit. Jadi Shian diam.. Lalu mama dan papa akan tidur dengan tenang. Sementara Shian akan... Terus hidup, menegakkan keadilan. " Begitulah cerita bagaimana Shian berakhir berada di panti asuhan. Menurut anak-anak lain dan para pengurus, Shian adalah anak yang penurut namun bila ada suatu hal yang tak mengenakan dirinya akan mulai mengeluarkan berbagai kata-kata jelek yang memojokkan lawan. Dia benar-benar menjadi api besar(baca:marah) ketika merasa terganggu. 🔥[ College Life ] Tak ingin terlalu lama membebani panti asuhan yang telah mengasuhnya selama sebelas tahun, Shian pun memutuskan untuk mendaftarkan dirinya ke Heisenberg University. Asrama kan? Jadi setidaknya kamar lamanya di panti bisa digunakan oleh anak lainnya. Masalah biaya makan dan kehidupan sehari-hari dirinya masih bergantung kepada panti, namun ia ganti dengan gajinya yang ia dapat dari bekerja di rumah duka. Ya dirinya hanya muncul sekali dua kali di Funeral Parlor hanya ketika ada panggilan. Dirinya juga tak terlalu menonjol di fakultasnya. Hanya karakter tambahan yang terlihat dipojok. Sebelum atau setelah kelas dirinya selalu menyibukkan diri untuk membaca buku, Menghindari percakapan dengan orang lai
Shian memiliki surai rambut berwarna merah muda bak permen kapas yang akan terlihat menonjol kemanapun anak ini melangkah. Dengan warna tersebut banyak orang yang menganggap dirinya tak berbahaya ataupun lemah, padahal Shian ini jauh dari kata tidak berbahaya. Dia bisa saja meledakkan rumahmu jika kau berani mengusiknya. Selain itu ia memiliki manik mata berwarna hijau cerah, beberapa orang berkata matanya sejuk oleh karena itu ia sering di cap sebagai comfort character. Untuk tinggi badannya sendiri ia tak terlalu mempermasalahkannya meskipun ia dibawah tinggi anak seumuran nya. Toh dengan tinggi badannya yang seukuran anak kecil ini ia bisa menyusup kemanapun yang ia mau tanpa bersusah payah.
“Hard to tell but he is sweet and sour at the same time...”
(+) He is a hard worker, polite to everyone he meets, and always willing to lend a hand to those in need. Although he grew up very poor, he has always been grateful for what he has, treasuring his relationships with his family and friends in particular.
(+) Comfort character, when everything gone wrong and you fall into despair , you can venting on him, he'll welcome you with warm smile and fresh smell of baked cookies or sweet smell of candy.
(+) Knight to Effemy's Lady, so he believes. He certainly respects her as his "Princess". Even though he has bad social anxiety, when it comes to Effemy he never hesitate to do everything he can even it in dirty way.
(-) He has a rather bad social anxiety that made him very nervous that he needed Elpharic or Ouji Kids to calm himself down.
(-) Shian is childish but overly possessive and even if he's not always thinking clearly, he must decide the future not only for himself but also for the others.
(-) Bitch in Sheep's clothing, at first you maybe considered him as sweet and fragile child but when you hit his deepest self, you can see how cunning and brat he is.