Kolonel Artileri / Insinyur Senjata
Wire Manipulation
Molten Metal Manipulation
Anak yang terlahir jenius dari sepasang petani di pedesaan yang masih kental dengan nuansa kesederhanaan. Tidak seperti anak seusianya yang masih sibuk bermain, Luthfi sudah punya cita-cita. Namun, sebagai anak bungsu, perhatian orang tuanya terbagi untuk merancang masa depan sang kakak karena keterbatasan ekonomi. Orang tuanya menetapkan Luthfi untuk meneruskan sawah mereka, atau sekedar memulai bisnis kecil-kecilan di kampung sebelum menikah. Itu rencana yang buruk sekali, mungkin orang tuanya tidak peduli sebesar apa ambisinya untuk meninggalkan gaya hidup kuno yang memenjarakannya. Luthfi tidak pernah sampai lulus sekolah, ia belajar soal dunia luar melalui buku-buku bekas milik kakaknya.
Luthfi memutuskan untuk merantau ke pusat kota tanpa seizin orang tuanya, meninggalkan tanah becek penuh kotoran hewan di halamannya. Rutinitasnya adalah bekerja sepanjang waktu demi kehidupannya sendiri di lingkungan modern, berpindah-pindah tempat, mengunjungi perpustakaan umum dan jatuh cinta. Lalu, tiba dirinya mendatangi sebuah pameran senjata. Pameran itu menunjukkan berbagai macam teknologi dan inovasi perakitan senjata militer. Menurutnya, mesin-mesin itu luar biasa, dan lebih luar bisa jika berada di tangannya. Dia suka pertunjukkan ledakan yang spektakuler.
Takdir menyeretnya pada peperangan yang tidak bisa dihindari, sebagian wilayah Roki hancur lebur. Naas, ia pun ditangkap oleh tentara-tentara Tartaros. Di dalam penjara yang tidak kedap suara, penuh sesak, kelaparan dan babak belur. Ia masih sempat mengkhawatirkan keberadaan kekasihnya, sebuah alasan untuk melawan. Sedikit penyesalan timbul karena meninggalkan keluarganya. Entah sudah berapa lama berlangsung, di dalam penjara itu pula ia bertemu orang yang seperti dirinya dan menjalin persahabatan. Begitu pun ia tersadar bahwa kekasihnya sudah tewas tanpa sepengetahuannya—karena di hadapannya sekarang, kekasihnya hadir dalam wujud berbeda. Menunjukkan perlawanan yang tidak pernah terbesit dalam pikirannya.
Beberapa tahun kemudian, Luthfi diberi akses khusus dan fasilitas untuk mengembangkan minatnya berkat seseorang. Mengembangkan senjata untuk militer setelah mempelajari teknologi yang digunakan Tartaros. Ia merahasiakan identitasnya dari sorotan publik, dan menggunakan “Lockwise” sebagai nama samarannya.