Si gadis pemimpi yang hampir tidak pernah keluar dari rumah penampungan sejak penjajahan Tartaros mereda, dulunya ia adalah seorang virtual singer yang identitasnya masih misteri. Monika tidak pernah bisa melepas layar ponsel dan laptopnya, karena hidupnya sangat bergantung pada pekerjaan online, mulai dari menjadi penerjemah perusahaan dan content creator. Ditambah karena dalam fase krisis negara, tawaran pekerjaannya juga ikut menipis.
Menjadi penyendiri bukan berarti ia memang anti-social, ia juga memiliki beberapa teman. Tartaros telah merenggut seluruh nyawa keluarganya, menghancurkan rumahnya dan membuatnya jadi gelandangan yatim piatu. Perlu dorongan dan waktu untuk membuatnya berani melangkah keluar, menjadi orang normal lagi. Tapi nyatanya sejak awal ia memang tidak ditakdirkan untuk jadi gadis normal, ia adalah seorang Parewa yang memposesi Jiwa kakaknya.