Character / Adarra

Adarra
character-image
Faceclaim Source
Shuji Ito (Mobile Suit Gundam GQuuuuuuX)
Score

0

0 users
Ranked #778
Favorites: 0
Stories
image
Diablo Voids Catalyst
Information
Morality: Ambiguous
Full Name: Adarra
Nick Name: Adarra
Sex: Male
State: Unknown
About

Adarra ditempatkan dalam karantina dan kemudian ditandai sebagai subjek NR atau non-reproduktif. Ia membongkar prinsip Konvergensi Alami Terarah sebagai sistem yang mengatur perilaku dan ikatan para subjek. Setelah lolos dari pod, ia bekerja sama dengan Antares dan Lucerix: Adarra menjadi peretas, sedangkan Lucerix dipersiapkan sebagai router hidup untuk memetakan jaringan Malver dari dalam.

Selama terisolasi di karantina, Adarra tidak sekadar menunggu penyelamatan. Ia mempelajari susunan fasilitas dari sisi yang tidak dapat dilihat subjek lain, menyebarkan otak-otak mikroskopisnya sebagai simpul sensor, membaca data biologis para penghuni, dan menyimpulkan bahwa pasangan, lingkungan, ingatan, serta dorongan mereka terus diarahkan oleh Konvergensi Alami Terarah. Ia pula yang mengungkap bahwa Malver membeli masa depan para subjek, menghapus kedudukan mereka dari dunia asal, dan memperlakukan orang-orang berbakat tetapi dianggap tidak penting sebagai bahan eksperimen yang mudah dihilangkan.

Pertemuannya dengan Cynthia bermula dari keadaan yang sangat tidak seimbang. Saat kadar oksigen menurun dan subjek dipaksa membentuk kelompok reproduktif, Adarra sudah dicap NR sehingga tidak mungkin memenuhi syarat sistem. Cynthia, yang juga tertinggal dari kelompok Antares, Sonata, dan Leah, justru memilih mendekatinya. Cynthia menggunakan darah untuk menentukan rekan ketiga dan kemudian mencari Adarra kembali ketika ingatan mulai pulih. Sebelum berpisah, Adarra telah menanam simpul saraf yang dapat menjadi kompas menuju karantina; tindakan itu mengubah hubungan mereka dari dua orang yang sama-sama disisihkan menjadi kerja sama berbasis kepercayaan praktis. Cynthia tidak selalu menyukai nada dinginnya, tetapi ia mengakui bahwa informasi Adarra adalah salah satu jalan keluar yang nyata.

Hubungannya dengan Antares terbentuk melalui gesekan intelektual. Adarra gemar menyentil keputusan Antares dan tidak segan menunjukkan lubang dalam rencananya, sedangkan Antares menghargainya karena ia mampu berbicara dalam bahasa sebab-akibat yang sama tajam. Keduanya tidak membangun kedekatan yang lembut; yang tumbuh adalah rasa hormat antara dua orang yang sulit dibohongi. Setelah Antares bangun di fasilitas kalibrasi, ia membebaskan Adarra karena sadar kemampuan pemetaan dan peretasannya diperlukan untuk menembus jaringan Malver. Adarra kemudian menerima Antares sebagai penyusun arah serangan, sambil tetap menjaga hak untuk menentang asumsi dan keputusan yang menurutnya buruk.

Lucerix menjadi ujian paling jelas bagi pragmatisme Adarra. Ketika Lucerix terluka berat, ia semula menilainya sebagai beban yang dapat memperlambat kelompok. Namun saat mereka bertemu kembali di fasilitas, Adarra justru mengangkat dan membawanya, berdiskusi dengannya mengenai cinta, ketergantungan, pilihan, serta ikatannya dengan Belze. Ia melihat tubuh biologis-mekanis Lucerix bukan hanya sebagai korban, melainkan jembatan yang mampu menjadi terminal hidup bagi jaringan sarafnya. Tawaran untuk memakai Lucerix sebagai router berbahaya, tetapi dibuat secara terbuka dan diterima secara sadar. Aliansi akhir mereka bertiga—Antares sebagai perencana, Adarra sebagai peretas, dan Lucerix sebagai penghubung biologis—menunjukkan perkembangan Adarra dari pengamat yang menjaga jarak menjadi orang yang bersedia mempertaruhkan dirinya dalam kerja sama yang dipilih sendiri.

Adarra tetap tidak romantis dan tidak mencoba menyamakan harapan dengan kepastian. Ia percaya keinginan alamiah yang telah dirusak tidak dapat dipulihkan hanya dengan perintah; sesuatu yang benar-benar baru harus muncul di luar jalur yang sudah diprogram. Karena itu ia memandang hubungan bukan dari kemesraan, melainkan dari pilihan yang masih diambil ketika sistem tidak menawarkan hadiah. Cynthia yang kembali mencarinya, Antares yang mempercayai penilaiannya, dan Lucerix yang secara sadar menyerahkan akses tubuhnya menjadi bukti bahwa kerja sama tanpa paksaan masih mungkin ada.

Motivation

Mengubah setiap anomali menjadi peluang, menemukan batas sistem Malver, dan memperoleh kebebasan nyata bagi dirinya serta subjek lain.

Background

Asal Adarra tidak dijelaskan secara pasti. Ia merupakan manusia termodifikasi dengan jaringan saraf eksternal berupa puluhan otak mikroskopis yang dapat disebar sebagai sensor. Jaringan tersebut memungkinkannya membaca data biologis, memetakan aliran data lokal, menekan sinyal sakit pada tubuh, menjalankan simulasi mental, dan memakai sistem sarafnya sebagai antarmuka peretasan.

Personality

Sangat analitis, pragmatis, blak-blakan, skeptis, dan nyaris selalu memproses keadaan sebagai sekumpulan variabel. Pengalaman emosionalnya terbatas, tetapi ia tetap mampu memberi harapan ketika hal itu berguna untuk mempertahankan gerak kelompok.

Plot
The character's role in the story.
No plot yet.
About Roleplayverse

This website tells the universes (up to omniverse) of each story that have been developed together since 2014, collected solely as part of a hobby.

© Roleplayverse. All rights reserved.